4 Tips Efektif Agar Si Kecil Cepat Lulus Toilet Training

4 Tips Efektif Agar Si Kecil Cepat Lulus Toilet Training

Jasa Sedot Wc Di Bogor Dan Jakarta – Toilet training atau mengajari anak untuk membiasakan diri dalam menggunakan toilet merupakan masa dimana terkadang membuat banyak orang tua merasa frustasi karena penerapan toilet training bukanlah hal yang mudah, mengingat anak yang masih labil dan belum sempurna dalam memahami segala hal yang diajarkan yang ditambah lagi proses toilet training pastinya akan memakan waktu yang cukup lama.

Hal tersebut sebenarnya bukanlah hal yang sulit, asalkan anda sudah menerapkannya dengan cara yang tepat dan menghindari berbagai macam hal yang menyebabkan toilet training menjadi terhambat. Berikut ini ada beberapa tips toilet training yang cukup efektif membuat anak menjadi lebih cepat lulus toilet training.

  1. Singkirkan Semua Benda atau Hal yang Mengalihkan Perhatian

Luangkan waktu anda sejenak untuk mengajarkan dan membiasakan anak anda dengan aktivitas di dalam toilet agar anak anda mudah mengerti apa tujuan sebenarnya dari toilet training. Jika saat di dalam toilet, perhatian anak anda teralih ke suatu benda atau hal lainnya, maka singkirkan benda tersebut karena anak yang kurang fokus saat diajarkan sesuatu tentunya akan sulit pula untuk mengerti.

  1. Singkirkan Popoknya

Memutuskan untuk anak tidak menggunakan popok lagi merupakan hal yang cukup sulit untuk dihadapi oleh para orang tua, namun meskipun sulit, anggaplah hal tersebut sebagai kewajiban dan tanggung jawab anda demi kebaikan anak anda. Anak yang sudah tidak menggunakan popok lagi biasanya akan merasa sangat tidak nyaman saat BAB atau BAK di celananya, sehingga lama kelamaan anak akan merasa bahwa ia membutuhkan toilet untuk membersihkan dirinya dari kotoran yang membuatnya merasa terganggu. 

Baca juga 5 Masalah Toilet Training Ini Sering Terjadi

  1. Hindari Segala yang Menakuti Anak

Mengingat rasa takut anak lebih besar dibandingkan dengan orang dewasa tidak mengecilkan kemungkinan anak anda merasa takut saat menerapkan toilet training. Jika di dalam toilet terdapat benda benda atau binatang hama yang membuat anak anda merasa takut, maka hindari benda benda atau hama tersebut karena anak yang merasa takut sudah pasti tidak akan mau mengikuti toilet training. Pastikan juga bahwa cahaya di dalam toilet anda cukup terang terutama saat malam hari karena cahaya yang remang biasanya menjadi penyebab anak menolak untuk diajak ke dalam toilet saat malam hari dan hal tersebut merupakan suatu hal yang cukup sulit untuk diungkapkan anak anda.

  1. Selalu Ingatkan Si Kecil Bila Ingin BAB ataupun BAK

Untuk menunjang keberhasilan lebih cepat dalam penerapan toilet training, ingatkanlah anak anda sesering mungkin untuk memberitahukan kepada anda saat hendak ingin Buang Air Besar ataupun Buang Air Kecil. Pastikan bahwa anda mengingatkannya bukan memberitahukannya ya, karena memberitahukan dan mengingatkan memiliki dampak yang berbeda. Semakin sering anda menginginkannya maka akan semakin mudah pula anak anda untuk mengerti akan dari tujuan anda tersebut.

Itulah 3 tips yang cukup efektif dalam menunjang keberhasilan toilet training dengan cepat. Jika anak anda melakukan kesalahan atau anak anda mengalami masalah selama toilet training, berilah pengarahan dengan lembut dan halus, jangan marahi anak karena jika anda memarahinya hanya akan membuat anak anda merasa tertekan sehingga proses toilet training pun membutuhkan waktu yang lebih lama.

Saat menerapkan toilet training, pastikan bahwa keadaan toilet anda bersih dan aman dari bakteri dan kuman, agar kesehatan anak anda selama menerapkan toilet training tidak terganggu dan keberhasilan toilet training pun dapat tercapai dalam waktu singkat.

5 Masalah Toilet Training Ini Sering Terjadi

5 Masalah Toilet Training Ini Sering Terjadi

Jasa Sedot Wc Di Bogor Dan Jakarta – Toilet training merupakan sebuah tahap dimana seorang anak sudah mulai belajar mandiri dalam hal penggunaan toilet, baik untuk Buang Air Besar ataupun Buang Air Kecil. Tahap penerapan toilet training terbilang gampang gampang susah, gampangnya apabila si anak gampang mengerti dan susahnya ketika si anak menolak untuk mengajak ke dalam toilet. Anak yang menolak untuk diajak ke dalam toilet sudah merupakan hal yang lumrah, apalagi saat malam hari sebagian besar anak akan menolak di ajak ke dalam toilet di bandingkan di siang hari, dan hal tersebut dikarenakan pencahayaan di dalam toilet pada malam hari yang terlihat remang remang yang terkadang membuat anak merasa takut.

Dengan memahami masalah yang membuat penerapan toilet training terhambat. Tentunya akan membantu anda lebih mudah menemukan solusi dan jalan keluarnya. Berikut ini ada beberapa masalah toilet training yang seringkali terjadi

  1. Anak Menolak Saat Diajak Ke Toilet

Menghadapai masalah anak menolak saat diajak ke toilet mungkin bukanlah hal yang baru lagi dan bahkan hampir semua anak biasanya ada masanya dimana ia tidak mau diajak ke toilet. Ketika anda sedang berhadapan dengan masalah tersebut maka ajaklah anak anda untuk duduk sejenak dan tanyakan kepadanya dengan lembut dan halus kenapa menolak untuk diajak ke toilet.? Dan beritahulah kepadanya bahwa jika tidak ke toilet celananya akan jadi kotor dan tidak enak dipakai. 

  1. Anak Kecil Terpeleset di Toilet

Anda terpeleset di toilet merupakan hal yang bisa terjadi kapan saja, apalagi jika si anak belum memiliki keseimbangan yang sempurna tentu saja akan berkemungkinan terpeleset. Agar anak anda tetap aman, pastikan bahwa anda selalu menjaga dan mengawasinya. Jika anak anda pernah mengalami hal tersebut dan merasa takut untuk di ajak ke toilet lagi maka janganlah memaksanya, berilah ia sedikit waktu untuk menghilangkan rasa traumanya dan siap melanjutkan penerapan toilet training.

Baca juga 6 Tips Agar Toilet Training Lancar dan Sukses

  1. Anak Masih Suka Mengompol

Ketika anak memasuki usia kurang lebih 2 tahun, tentunya usia tersebut merupakan usia yang tepat untuk menerapkan toilet training. Proses toilet training bukanlah hal yang cepat karena pada dasarnya anak akan mandiri sepenuhnya dalam menggunakan toilet ketika memasuki usia 3 tahun. Meskipun anak sudah mampu mengungkapkan perasaan ingin BAB dengan baik, namun masih saja suka mengompol di popok atau celana.? Hal tersebut merupakan hal yang wajar wajar saja karena pada umumnya, anak akan lebih mudah merasakan ingin BAB dibandingkan dengan BAK. Jika anda sedang berhadapan dengan masalah tersebut, maka sebaiknya beri terus support kepada anak anda agar lama kelamaan anak anda bisa lulus toilet training.

  1. Takut Tersedot Ke Toilet

Bagi anda yang menggunakan kloset duduk dan sedang menerapkan toilet training, mungkin pernah berhadapan dengan masalah yang dimana anak merasa takut saat diajak ke toilet dengan alasan takut tersedot ke dalam kloset. Hal Tersebut merupakan hal yang sudah biasa terjadi saat menerapkan toilet training. Jika anda sedang berhadapan dengan masalah tersebut, maka cobalah untuk memberikan anak anda kesempatan untuk mencoba membilas toilet sendiri, karena hal tersebut biasanya akan membantu anak mengurangi rasa takutnya.

  1. Menangis Ketika Melihat Kotorannya

Anak kecil menangis ketika melihat kotorannya sendiri, merupakan hal yang sudah cukup umum karena kebanyakan anak kecil demikian. Jika anak anda termasuk ke salah satu dari beberapa anak yang demikian, maka berilah pengarahan kepadanya bahwa hal tersebut merupakan hal yang dialami oleh semua orang, baik ibu, bapak, kakak, nenek kakek dan semua keluarga juga mengalami hal tersebut.

Itulah beberapa masalah yang kerap terjadi selama menerapkan toilet training, dan jika salah satunya merupakan masalah yang sedang anda hadapi, maka hadapilah dengan bijaksana dan berilah pengarahan kepada anak agar mudah mengerti dan melanjutkan penerapan toilet training.