Selain Penyakit Diare, Inilah Gangguan Kesehatan Yang Disebabkan Toilet Kotor

Selain Penyakit Diare, Inilah Gangguan Kesehatan Yang Disebabkan Toilet Kotor

Jasa Sedot Wc Tangerang Selatan Profesional – Bakteri dan kuman yang dapat menyebabkan infeksi saluran menjadi alasan mengapa harus menjaga kebersihan toilet.

Berdasarkan hasil penelitian ada 432.000 jiwa di dunia yang terancam, diakibatkan oleh diare di tiap tahunnya dan 756 orang berasal dari Indonesia.

Minimnya akses sanitasi toilet menjadi alasan mengapa diare kerap kali mengancam kesehatan. Salah satu toilet yang beresiko menyebabkan diare adalah toilet toilet yang berada di tempat umum dan toilet toilet sekolah. Di Indonesia ada 48% toilet umum yang masih minim akses sanitasi sehingga tidak heran jika banyak kasus kasus pasien pengidap diare harus mendapatkan penanganan serius.

Gerakan Toilet Sehat Indonesia menyampaikan bahwa selain diare masih ada penyakit penyakit lain yang dapat mengancam kesehatan kita jika tidak menjaga kebersihan dan kesehatan toilet. 

Berikut ada beberapa penyakit menular lainnya yang dapat diakibatkan oleh toilet kotor.

 

  1. Penyakit Demam Tifoid

Penyakit demam tifoid dapat disebabkan oleh infeksi bakteri Salmonella typhi yang dapat menimbulkan gejala seperti mual, muntah, diare, nafsu makan menurun, ruam dan merasa kurang enak badan. Penyebab dari terjadinya penyakit demam tifoid adalah dikarenakan kurangnya akses air bersih saat menggunakan toilet. Penularan penyakit demam tifoid dapat menular melalui air maka untuk pencegahannya dapat dilakukan dengan menyediakan air bersih di dalam toilet.

 

  1. Penyakit Disentri

Penyakit Disentri terjadi diakibatkan oleh bakteri Shigella atau parasit Entamoeba histolytica yang terdapat di dalam usus yang ditandai dengan gejala mual, demam, muntah, dan BAB disertai darah. Penularan penyakit disentri dapat melalui air maka untuk pencegahannya dapat dilakukan dengan menerapkan kebiasaan mencuci tangan pakai sabun di air mengalir setiap kali keluar dari toilet.

Baca juga Perbedaan Penerapan Toilet Training pada Anak Perempuan dan Laki Laki

 

  1. Penyakit Hepatitis A

Sesuai dengan namanya, penyakit ini disebabkan oleh infeksi virus hepatitis A yang menular melalui makanan. Untuk penanganan penyakit Hepatitis A sama saja dengan penyakit Disentri yaitu dengan membiasakan mencuci tangan saat keluar dari toilet. Sedangkan untuk gejala yang diberikan oleh penyakit Hepatitis A berupa muntah, mual dan kulit yang tampak kekuningan.

 

  1. Penyakit Kolera

Untuk penyakit lainnya yang dapat disebabkan oleh toilet kotor adalah penyakit Kolera, penyakit Kolera disebabkan oleh infeksi bakteri Vibrio cholerae yang menular melalui air. Untuk gejala sendiri biasanya disertai dengan diare dan muka yang tampak pucat. Jika tidak segera ditangani maka penyakit ini akan sangat beresiko.

Melihat gejala gejala penyakit yang disebabkan oleh kotor tentunya membuat kita merasa khawatir saat menggunakan toilet, terutama toilet toilet yang berada di tempat umum. Namun tidaklah perlu khawatir jika anda sudah memahami cara cara menggunakan toilet umum yang baik dan benar dan yang paling utama jangan lupa untuk selalu mencuci tangan saat keluar dari toilet karena hal tersebut dapat membantu kita meminimalisir kuman atau bakteri yang terpapar di dalam toilet secara tidak sengaja.

Jangan hanya memperhatikan kesehatan saat menggunakan toilet umum saja karena toilet di rumah juga dapat beresiko menjadi sarang penyakit jika tidak dijaga dan dirawat dengan baik. Jika ada saluran yang tersumbat di ruang toilet di rumah, segera tangani, jangan biarkan berlama lama karena hal tersebut dapat membuat kuman dan bakteri yang bersarang pada saluran dapat menyebar ke seluruh ruangan.

Untuk menangani saluran tersumbat, anda bisa langsung menghubungi jasa sedot wc abadi yang ahli dalam memperlancar saluran tersumbat yang juga melayani jasa sedot tinja, air kotor dan limbah industri.

Perbedaan Penerapan Toilet Training pada Anak Perempuan dan Laki Laki

Perbedaan Penerapan Toilet Training pada Anak Perempuan dan Laki Laki

Jasa Sedot Wc Tangerang Selatan Profesional – Seiring bertambahnya usia anak pastinya akan tiba masanya dimana para orang tua menginginkan anaknya mampu melakukan berbagai hal dengan cara mandiri, seperti halnya dalam menggunakan toilet.

Anak mampu menggunakan toilet secara mandiri dengan cepat bukan dikarenakan usianya melainkan dikarenakan usaha dan ketekunan para orang tua dalam mendidik dan mengajarkan akan perihal menggunakan toilet yang baik dan benar. Mengajari anak menggunakan toilet biasanya disebut dengan istilah toilet training.

Penerapan toilet training juga harus didasari beberapa faktor pada anak seperti

  • Usia cukup – pada dasarnya, anak yang siap untuk diajak toilet training biasanya sudah memiliki usia 1,6 hingga 2 tahun, namun tergantung dari pertumbuhan anak tersebut.
  • Mampu mengerti isyarat dari anda – ketika anak sudah mulai mengerti dengan apa yang anda katakan dan perintahkan misalnya anak anda sudah mampu meletakan atau mengambil barang sesuai dengan apa yang anda perintah, maka saat itu sudah saat yang tepat untuk menerapkan toilet training. 
  • Mampu mengenakan dan membuka celana – seorang anak yang sudah tumbuh dan memiliki usia 1,8 tahun ke atas biasanya mulai memperlihatkan kemampuannya dalam membuka membuka celana yang meskipun belum sepenuhnya sempurna.
  • Mulai merasa tidak suka dengan popok kotor – anak yang sudah siap untuk mengikuti toilet training adalah anak yang sudah tidak suka dengan popok basah.
  • Memperlihatkan ketertarikan terhadap toilet – beberapa anak biasanya akan merasa senang saat diajak ke toilet dan jika anak anda memperlihatkan ketertarikannya dengan toilet maka anak anda sudah siap untuk mengikuti toilet training.

Jika anak anda sudah menunjukkan salah satu tanda tersebut maka anda sudah dapat memulai menerapkan toilet training untuk anak anda. Namun penting anda perhatikan bahwa toilet training untuk anak laki laki dan anak perempuan memiliki sedikit perbedaan. Lalu apa saja perbedaan tersebut.? Simak di bawah ini.

Baca juga Beginilah Cara Seru Mengajarkan Anak Menggunakan Toilet

 

Perlengkapan

  • Laki Laki – Dari segi perlengkapan laki laki dan perempuan berbeda, jika anak laki laki ada 2 jenis toilet yang bisa digunakan yaitu toilet untuk BAB dan urinoir untuk BAK. Jika di rumah anda tidak terdapat urinoir maka anda masih bisa menggunakan toilet biasa saja namun ajari cara menyemprot dengan benar jika nanti ia menggunakan urinoir di tempat umum. 
  • Perempuan – Perempuan tidaklah membutuhkan 2 jenis toilet seperti laki laki yang hanya saja merubah posisi duduknya saja.

Posisi

  • Laki Laki – Mintalah anak laki laki anda untuk duduk di toilet sambil mendorong alat kelaminnya ke arah bawah untuk meminimalkan cipratan saat BAK.
  • Perempuan – Sedangkan untuk anak perempuan, mintalah untuk duduk dengan posisi sedikit menungging agar cipratan saat BAK tidak keluar dari dalam toilet.

Cara Terbaik

  • Laki Laki – Agar anak laki laki anda dapat melakukan BAk dengan sempurna di dalam toilet, biarkan anak anda melihat ayahnya, atau tunjukan cara BAK dengan benar di dalam toilet. Anda juga bisa menggunakan cara dengan menempelkan stiker lucu pada bagian toilet dan mintalah anak anda untuk menembak tepat pada sasaran.
  • Perempuan – Ajari anak perempuan anda untuk membiasakan mencuci saat selesai BAK dengan menepuk nepuk kelaminnya atau anda bisa memberikannya contoh terlebih dahulu. Ajak anak serileks mungkin dan biarkan berlama lama berada di dalam toilet karena nantinya seorang perempuan memang membutuhkan waktu yang lebih lama saat menggunakan toilet dibandingkan laki laki.

Itulah perbedaan penerapan toilet training pada anak perempuan dan anak laki laki dan semoga dapat membantu dan mempermudahkan anda dalam menerapkan toilet training.