Masalah Kerap Terjadi Pada Anak Saat Toilet Training

Masalah Kerap Terjadi Pada Anak Saat Toilet Training

Jasa Sedot Wc Tangerang Selatan Professional – Menerapkan toilet training kepada anak terkadang membuat banyak orang tua merasa kesulitan untuk membuat anak menjadi mengerti dengan apa yang diajarkan. Beberapa masalah yang kerap terjadi saat toilet training terkadang membuat sebagian anak mengalami kegagalan dalam menerapkan toilet training sehingga membuat anak membutuhkan waktu yang cukup lama untuk mampu menggunakan toilet dengan mandiri.

Banyak faktor penyebab yang menunda keberhasilan toilet training, mulai dari segi emosional, frustasi dan tekanan pada seorang anak. Agar keberhasilan dapat lebih cepat sebaiknya pahami masalah yang terjadi pada anak yang menyebabkan si anak menjadi tidak tertarik dengan toilet training. Berikut ini ada beberapa masalah yang kerap terjadi pada anak saat memasuki tahapan toilet training.

  1. Takut

Rasa takut pada seorang anak sangatlah besar sehingga tidak heran jika beberapa anak cenderung merasa takut saat diajak ke dalam toilet. Beberapa faktor menjadi penyebab timbulnya rasa takut pada seorang anak

Belum Siap – Menurut anjuran dokter sebaiknya menerapkan toilet training pada anak yang berusia 1,8 sampai 2 tahun karena usia tersebut merupakan usia yang sudah cukup, baik dari segi fisik hingga segi emosional seorang balita, namun beberapa anak biasanya membutuhkan waktu yang lebih lama untuk siap toilet training. Anak yang belum siap sebaiknya jangan dipaksakan untuk mengikuti toilet training karena hanya akan membuat si anak cenderung lebih memilih rasa ingin BAB ataupun BAK dibandingkan dengan diajak ke toilet.

Takut Sakit – Anak yang mengalami konstipasi biasanya cenderung merasa kesulitan saat melakukan BAB. Jika anak anda mengalami konstipasi sebaiknya jangan diajak ke toilet karena hal tersebut akan memberikan kesan yang menyakitkan pada seorang anak. Jika anak anda mengalami konstipasi sebaiknya diberikan makanan yang berserat untuk membantu anak anda menjadi mudah saat proses BAB.

Masih Terlalu Kecil – Bentuk fisik dari anak sangat mempengaruhi kenyamanan anak saat berada di toilet. Jika anak anda memiliki bentuk fisik yang cenderung masih kecil sebaiknya jangan diajak untuk ke toilet karena dapat membuat si anak merasa tidak nyaman saat diminta duduk di atas toilet. Anda dapat menggunakan potty seat untuk membantu agar si anak merasa lebih nyaman.

Baca juga Metode Alternatif Toilet Training yang Menyenangkan Bagi Balita

 

Takut tak beralasan

Saat menerapkan toilet training biasanya para orang tua sering menjumpai masalah yang dimana si anak akan dengan mudah diajak untuk ke toilet saat siang hari namun pada malam hari si anak terkadang merasa ketakutan untuk diajak ke toilet sehingga sering menolak ajakan anda. Banyak hal yang mempengaruhi rasa takut seorang anak saat diajak ke toilet saat malam hari seperti toilet terlihat seram, toilet terasa dingin, toilet gelap dan lain sebagainya. Untuk mengatasi perasaan takut pada seorang anak saat malam hari sebaiknya beri penerangan yang cukup pada toilet anda agar terlihat terang seperti siang hari dan dampingi anak anda saat sedang menggunakan toilet.

Merasa kecewa

Berbagai cara dilakukan oleh para orang tua untuk menunjang keberhasilan dalam toilet training salah satunya seperti memberikan hadiah jika sia anak akan berhasil dalam penerapan toilet training. Pada proses tersebut biasanya si anak akan merasa kecewa jika mengalami kesalahan sehingga dapat membuat si anak merasa tidak bersemangat lagi dalam menerapkan toilet training. Agar si anak tidak kecewa sebaiknya beri semangat pada anak anda saat melakukan kesalahan dan katakana padanya bahwa hal tersebut memang sering terjadi maka jangan berhenti untuk terus berusaha agar memperoleh hadiah yang dijanjikan.

Itulah Masalah masalah Kerap dihadapi si anak dalam menerapkan toilet training, jika salah satunya terjadi pada anak anda sebaiknya cari solusi terbaik untuk mengatasinya agar si anak tetap semangat dan terus berusaha hingga berhasil menggunakan toilet secara mandiri.

Kenali Tanda Anak Siap Untuk Toilet Training

Kenali Tanda Anak Siap Untuk Toilet Training

Jasa Sedot Wc Tangerang Selatan Professional – Toilet training merupakan suatu proses dimana seorang anak dengan usia balita akan mulai diajarkan dan mengenal kegiatan toilet. Pada proses penerapan training toilet biasanya akan dilakukan pada balita yang sudah memiliki usia 1,8 hingga 2 tahun yang bergantung dari kesiapan seorang anak.

Proses toilet training biasanya membutuhkan waktu yang cukup lama agar si anak dapat tumbuh menjadi mandiri dalam menggunakan toilet. Usia kemantapan seorang anak menggunakan toilet biasanya berbeda beda yang bergantung dari kemampuan si anak menyerap apa yang diajarkan. Selain kemampuan seorang anak dalam menyerap apa yang diajarkan, potensi keberhasilan juga dapat dikarenakan beberapa faktor seperti kesiapan anak, usia anak dan ukuran tubuh anak. 

Agar potensi keberhasilan menjadi lebih besar, sebaiknya anda kenali beberapa tanda anak siap untuk mengikuti toilet training. Berikut ini ada beberapa tanda seorang anak yang siap toilet training.

 

  1. Siap Secara Fisik

Kesiapan fisik seorang anak memang menjadi faktor utama untuk menunjang keberhasilan dalam toilet training. Ciri ciri fisik seorang anak yang siap toilet training yaitu mampu untuk duduk tegak dalam satu posisi selama 3 sampai 5 menit, tidak melakukan BAB ataupun BAK dalam waktu 2-3 jam dan sudah mampu membuka dan memakai celana sendiri.

 

  1. Paham Instruksi Sederhana

Memahami segala instruksi yang anda berikan seperti saat anda meminta tolong kepada anak untuk meletakan sesuatu pada tempatnya atau meminta tolong mengambilkan sesuatu.

 

  1. Mulai Bisa Menghafal

Apabila anak anda sudah mulai dapat menghafal beberapa kalimat yang anda ajarkan maka anak anda sudah memberikan tanda tanda kesiapan dalam toilet training. Anda dapat mengajarkan anak anda untuk berbicara atau melaporkan kepada anda saat akan ingin buang air besar ataupun buang air kecil.

Baca juga Masalah Kerap Terjadi Pada Anak Saat Toilet Training

 

  1. Mengungkapkan Keinginannya

Ketika anak sudah mulai mengerti dan belajar memahami tentang apa yang diinginkannya dan mampu mengungkapkannya maka disitulah anda dapat memulai mengajak dan menuntunnya menuju ke toilet saat ia mengungkapkan perasaan ingin buang air besar dan buang air kecil.

 

  1. Melakukan Sesuatu Sendiri

Ketika anak sudah memasuki usia mandiri dan anak sudah mampu melakukan beberapa hal kecil dengan sendirinya seperti memakai celana sendiri, memakai baju sendiri dan makan sendiri maka usia tersebut seharusnya anak anda sudah menjalani tahapan toilet training.

 

  1. Tertarik Dengan Potty Seat

Ketertarikan anak dengan potty seat menandakan tahap bahwa anak anda sudah siap dan tertarik untuk menggunakan  toilet. Ketertarikan anak terhadap potty seat dapat anda manfaatkan untuk membiasakan anak duduk diatas toilet untuk melakukan buang air besar ataupun buang air kecil. Ketertarikan menggunakan potty seat biasanya didasari oleh warna dari potty seat yang menarik perhatian si anak, maka dari itu ketika anda membeli Potty Seat sebaiknya ajaklah anak anda untuk memilih mana yang disukainya.

Itulah beberapa tanda yang diberikan seorang anak yang siap mengikuti pelajaran toilet training, dan yang paling penting jangan memaksa anak anda jika menolak pelajaran yang anda berikan karena hal tersebut hanya akan membuat anak anda merasa tertekan dan frustasi sehingga keberhasilan dari toilet training menjadi tertunda. Carilah cara lain yang merupakan cara yang disukai anak anda, anda dapat merubah pelajaran menjadi permainan agar lebih menarik bagi si anak dalam belajar.